ayo jual rumah

2 Jalur Membeli Rumah Secara Over Kredit Pemilikan Rumah

20 Aug 2013    view : 1795

Yang dimaksudkan dengan over kredit pemilikan rumah atau yang umumnya disebut dengan over kredit adalah memindah beban kredit sekaligus kepemilikan yang sebelumnya ditanggung oleh pembeli rumah pertama ke  pembeli kedua yang bertujuan untuk melanjutkan sisa tanggungan kredit dari pembeli pertama.

Atau dengan kata lain, pembeli rumah pertama sebagai pihak pertama menjual rumah yang sudah dibelinya  secara  kredit  kepada  pihak  kedua,  yaitu  pembeli  selanjutnya.  Pihak  kedua  ini  kemudian membayar uang muka sebagai ganti biaya yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh pihak pertama (uang muka KPR sampai dengan  angsuran terakhir menurut kesepakatan kedua pihak), serta melanjutkan pembayaran kredit rumah yang belum selesai kepada bank sebagai pihak pemberi kredit/pinjaman.

2 Jalur Membeli Rumah Secara Over Kredit Pemilikan Rumah

Maka diketahui, bahwa ada tiga pihak yang terlibat dalam proses over kredit ini. Pihak pertama yang membeli rumah pertama kali dengan sistem kredit (penjual), pembeli kedua yang akan mengambil alih kredit  dari  pihak  pertama  (pembeli),  dan  bank  sebagai  pemberi  kredit  rumah  yang  dibeli  tersebut (kreditur).  Ditambah  satu   pihak  untuk  kepentingan  legalitas,  yaitu  notaris  yang  berperan  untuk mencatat kearsipan serta keabsahan proses jual beli secara over kredit ini.

Adapun mekanisme 2 jalur over kredit rumah adalah sebagaimana kami sederhanakan dibawah ini:

  1. Pilihan pertama untuk proses over kredit adalah melalui jalur notaris.
    1. Pihak pertama dan pihak kedua mendatangi pihak notaris untuk memperoleh bantuan legalitas dalam melakukan transaksi jual beli rumah secara over kredit, sekaligus berkonsultasi mengenai persyaratan lengkap yang dibutuhkan demi kelancaran proses tersebut.
    2. Tahap selanjutnya, melampirkan dokumen-dokumen pendukung antara lain fotokopi perjanjian kredit,  fotokopi  sertifikat  dengan  legalisir  bank,  fotokopi  IMB,  fotokopi  PBB,  fotokopi  bukti pembayaran angsuran, buku tabungan nasabah pembayar angsuran; serta KTP, kartu keluarga, dan buku nikah dari pihak pertama dan pihak kedua.
    3. Pihak  pertama  sebagai  pemilik  yang  menjual  rumah  kepada  pihak  kedua  membuat  surat pernyataan bahwa telah terjadi peralihan hak dan kewajiban atas rumah yang dimaksud kepada pihak kedua sebagai pembeli.
    4. Pihak notaris membuat akta jual beli (AJB) atas transaksi jual beli rumah secara over kredit tersebut,  yaitu sebagai bukti pencatatan yang sah secara hukum bahwa telah terjadi proses pengalihan hak atas tanah dan bangunan dari pihak pertama ke pihak kedua.
    5. Selanjutnya pihak pertama dan pihak kedua menyerahkan dokumen dari notaris kepada pihak bank  pemberi KPR untuk kemudian akan memproses over kredit rumah ini, yang kemudian kenjutan kredit pemilikan rumah adalalah menjadi tanggungjawab pihak kedua sebagai pembeli dan pemilik baru yang sah.
  2. Pilihan kedua untuk proses over kredit adalah melalui jalur bank.
    1. Pihak pertama dan pihak kedua datang ke bank. Sampaikan bahwa akan dilakukan proses over kredit rumah dari pihak pertama ke pihak kedua.
    2. Pihak bank kemudian akan melakukan analisa terhadap pihak kedua terkait kemampuan bayar kredit.
    3. Jika bank menyetujui proses over kredit tersebut, maka bank akan membuat perjanjian kredit baru atas pihak kedua, serta akta jual beli dan pengikatan jaminan.                                                 menemui pihak bank untuk mengajukan over kredit

Pilihan  untuk  menggunakan  jalur  yang  mana  dalam  proses over  kredit  ada  di  tangan  Anda  sebagi pelakunya,    baik    sebagai    penjual    ataupun    pembeli.    Dengan    pengetahuan    praktis    diatas, ayojualrumah.com berharap Anda dapat menemukan berbagai kemudahan, salah satunya dalam proses jual  beli  rumah  secara  over  kredit.  Semoga  bermanfaat  bagi  Anda  semua  dan  terima  kasih  sudah membaca artikel kami.

 

Copyright © 2014 ayojualrumah.com   All rights reserved